Sabtu, 11 Oktober 2014

Cinta Mistis

          Kantung matanya yang besar dan sedikit menghitan serta bola matanya yang besar tak henti hentinya menatap kearahku aneh, tatapannya sinis dan tak mengenakkan.
Siapa? apa aku mengenal anda? dalam hati bertanya tanya.
      
          Esok hari telah tiba dan ketika aku sampai gerbang sekolahan lagi- lagi aku melihatnya melihatku seperti itu, terus seperti itu. Ada apa?. Seseorang memberitahuku bahwa ada keanehan dalam diri ku, ada aura mistis yang terdapat dalam diriku, aku tak tau mengenai hal itu. Dan apa ada hubungannya dengan anak perempuan disudut gerbang sekolah itu yang slalu menyoroti aku dengan tatapan tidak mengenakkan itu?

Aku bertanya kepada salah satu teman dikelas.

"Eh Rik kamu juga sering dilihatin sama anak perempuan disudut gerbang sekolah itu ngak sih?"
"Yang mana Er? kayaknya nggak ada orang deh disana"
"Hah, itu loh anak perempuan pakek sragam sama kayak kita, matanya besar dan kantung matanya agak kehitaman"
"Nggak ada orang ah. Kamu ngaco deh Er"

OMG, seketika itu rasa tak mengenakkan ini menyelimutiku dan mendadak aku punya masalah baru 

Hari hari terus berjalan. Mencoba membiasakan diriku dengannya aku mencoba tersenyum padanya walaupun memang dia tetap seperti itu. 

dari sisi sekolah kulihat seseorang melihat kearah perempuan bermata besar dan berwajah sinis itu , dia tampak biasa saja kepada perempuan itu.
Dan untuk mengobati rasa penasaranku kepadanya, suatu hari saat dia sedang dikantin aku mencoba mendekat.

"Hai" (salah tingkah)
"Iya hai juga"
"Kamu tau tentang anak perempuan yang ada disudut gerbang sekolah nggak sih, ohh iya lupa kenalan. Namaku Er"

Dan diapun terdiam melihatku , seperti ada yang ganjal dalam diriku.
"Oh iya iya namaku Riko, kamu tadi tanya apa?"
"Itu lo tentang anak perempuan yang ada disudut gerbang sekolah , tau kamu"
"Tau tau" (bingung)
"Beneran berarti aku nggak gila dong, kamu sama aku sama- sama lihat kan?"

Dan semenjak itu aku selalu tanya - tanya tentang itu dan tak disadari kita kemana mana selalu bareng, pulang bareng semuanya bareng deh pokoknya. 

Hingga suatu saat dia menceritakan semuanya tentang anak perempuan itu kepadaku.
begini ceritanya.
         Perempuan itu adalah penunggu sekolahan ini Er, dahulu dia juga sekolah di sekolahan ini, dia murid yang cerdas berprestasi akademik maupun non akademik pada waktu itu dia juga cantik ya persis seperti kamu ini. Tetapi sayang dia meninggal dengan cara yang tidak wajar, dia meninggal setelah meminum minuman yang telah dicampur dengan racun tikus oleh temannya. Ketika di interogasi ia mengatakan bahwa dia memang tidak menyukai siswa perempuan itu, kenapa selalu dia apa- apa dia apa- apa dia akhirnya temannya tersebut melakukan hal itu kepadanya dan hingga sekarang perempuan itu memutuskan untuk menjaga siapapun siswa yang seperti dia dahulu agar tidak terjadi lagi untuk hari yang selanjutnya.

"Kurang lebihnya seperti itu Er"
"Terus apa hubungannya dengan ku?"
"Dia berusaha untuk menjagamu Er, dia hanya ingin mengantisipasi saja"
"Tetapi mengapa sorotan matanya sinis kepadaku aku menjadi tak mengerti"
"Memang dia seperti itu raut mukanya."

Sekarang aku mengerti.


"Bahwa kepedulian atau cinta yang sesungguhnya itu bukan  yang diumbar- umbar dimuka umum tetapi justru kepedulian atau cinta yang sesungguhnya adalah yang tidak terlihat dan tertanam didalam hati"


Tidak ada komentar:

Posting Komentar